Postingan

[Drabble] : Laa Tahzan

“Alia.” Aku mengalihkan pandangan dari novel yang sedang ku baca. Tepat di hadapanku tampak seorang perempuan manis yang matanya tampak sembab. “Loh? Amira? Kamu kenapa?”. Sontak saja, aku panik. Pasalnya Amira, sahabatku ini terkenal ceria. Dan tadi pagi aku baru saja berangkat bersamanya dalam keadaan riang gembira. “Aku gagal di semuanya. Nilai-nilaiku hancur, seleksiku gagal dan masih banyak hal lain yang aku pikir aku bisa, tapi ternyata aku salah,” cerita Amira dengan suara serak. Aku mengangguk paham. Sudah hampir tiga tahun aku bersahabat dengannya. Aku tahu persis wataknya yang ambisius dan perfeksionis. Dari dulu dia sangat takut kalau tidak masuk 10 besar paralel, dan sekarang aku tahu dia tidak masuk 10 besar paralel. Beberapa jam yang lalu sekolahku memang membagikan lembar lepas hasil belajar selama setengah semester ini. Sebenarnya, nilaiku juga lumayan hancur, tapi entah kenapa aku tidak merasa sedih. “Udahlah Mir, lupain aja. Hidup nggak selalu...

[Puisi] : Sirius

Aku ingin menjadi jiwa Yang menerangi canopus Yang bukan hanya menerangi sirius Walau pun aku tahu, ia memiliki kekuatan 'tuk terangi dirinya Aku ingin menjadi jiwa Yang menganggap ada arcturus Walau sirius ada di depan mata Dan bersinar dengan terangnya. Brebes, 21 Agustus 2017

[Puisi] : Bukan Hestia

Tak perlu rindu yang dipenuhi sendu untuk beradu Di antara sengatan elektron yang kau hantarkan, dendrit ku bereaksi Menggetarkan segala rasa yang pernah ku rasakan Berkombinasi menjadi rasa sakit tak kasat mata Aku tahu. kau bukanlah Hestia Kau hanyalah sekeping kenangan yang tak lepas dari serebrum. Brebes, 8 Juli 2017

[Drabble] : Status

“Saf, menurut kamu, status dalam suatu hubungan itu penting nggak sih?” tanya Genta pada perempuan di sampingnya. Safira menoleh pada lelaki di sampingnya, lalu menatap bentangan langit diatasnya. Langit sore yang cerah memang sangat menyenangkan. “Status gimana? Setiap hubungan punya status ‘kan? Temen contohnya,” jawab Safira santai. “Bukan gitu maksud aku, maksud aku tuh hubungan spesial,” jelas Genta, “... antara laki-laki dan perempuan.” Safira mengangguk paham. Dia tahu, cepat atau lambat dia akan mendapat pertanyaan seperti ini karena dirinya selalu cuek pada setiap laki-laki yang mencoba mendekatinya. “Kalau menurut aku, status itu nggak penting.” “Kenapa?” tanya Genta sembari menatap Safira. “Status kayak gitu di usia belasan itu nggak penting. Apa sih gunanya? Kayaknya kita tuh apa-apa dibatasi, apa-apa harus saling bilang. Padahal ‘kan setiap manusia punya privasi.” “Terus juga kalau ada sesuatu yang nggak bilang, pasti ada salah satu yang ma...

[Puisi] : Pluviophile-ku Menghilang

Sepucuk kenangan yang tampak bersama hati yang tertinggal Bermain bersama luka Di bawah payung biru Hujan menjerit Bersama duka tak berderai Menderas dengan tawa, berbisik mengejek dengan hina Petrichor menguar Bermakna terbalik pada hati yang muram Mengeja semua derita hari ini Kebencian datang Memberi kesan teramat dahsyat Detik terakhir, pluviophile-ku menghilang. Brebes, 8 Juli 2017

[Cerpen] : Hujan Kita

Apa definisi bahagia menurutmu? Apa kamu pernah berpikir bahwa kita perlu menghilangkan sedikit kebahagiaan? Bukan, bukan berarti tidak bersyukur. Hanya sekadar menghilangkan rasa bahagia demi menjaga kestabilan perasaan. “Kamu suka hujan?".  Aku menoleh, lalu mendapati seorang laki laki sedang tersenyum ke arahku. “Kamu tanya saya?” ucapku memastikan. Yah, walaupun bangku di pesawat ini hanya muat dua orang. Dia terkekeh. “Saya tanya kamu. Memang siapa lagi?” Aku tersenyum tipis menanggapi. “Tadi kamu tanya apa? Hujan?” ulangku sambil menatap ke arah jendela pesawat. Di luar memang sedang hujan. “Iya. Kamu suka hujan?” ulangnya. “Suka. Kenapa dengan hujan?” tanyaku balik. “Saya punya banyak kenangan tentang hujan, saya selalu merasakan hal yang berbeda ketika hujan turun,” jawabnya. “Apa yang kamu suka dari hujan?” “Hujan itu menenangkan. Hujan juga mengajarkan saya untuk bersyukur, menurut saya kebanyakan orang di dunia selalu menunggu hujan. K...

[Review] : Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa

Gambar
Judul  : Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa Penulis : Prisca Primasari Editor : eNHa Penerbit : Gagas Media Proofreader : Gita Romadhona Penata Letak : W ahyu S uwarni Desain sampul : D wi An issa A nindhika Cetakan pertama : 2012      Blurb : Vinter - Seperti udara di musim dingin, kau begitu gelap, muram dan sedih. Namun, pada saat bersamaan, penuh cinta berwarna putih. Bagaikan salju di Honfleur yang berdansa diembus angin...  Florence - Layaknya cuaca pada musim semi, kau begitu terang, cerah dan bahagia. Namun, pada waktu bersamaan, penuh air mata tak terhingga. Bagaikan bebungaan di Paris yang terlambat berseri...  Pertama kali melihat novel ini, aku kira ini novel terjemahan. Tapi ternyata bukan, ini novel Indonesia yang bersetting di Prancis. Novel ini termasuk novel ringan, aku juga sehari selesai kok (ngga tanya kali) . Yang paling aku suka dari novel ini itu sampulnya. Warna biru dan tambahan bebungaan di pojo...

[Info] : Tahukah Kamu?

Bagaimana cara mengetahui seseorang berbohong saat sedang berbicara? Yang pertama, lihatlah sorot matanya. Karena kebohongan dapat diketahui melalui sorot matanya. Yang kedua, jika seseorang sedang berbicara dan dia sering menoleh ke kanan itu artinya ia sedang berpikir dan menggunakan otak kreatifnya dan mengumpulkan segala aspek visual yang ada. Apa yang dia bicarakan kemungkinan besar dia berbohong. Dan jika seseorang sedang berbicara dan dia sering menoleh ke kiri, dia sedang menggunakan memori yang ada di otaknya, kemungkinan besar apa yang dia bicarakan itu benar. Seputaran Brebes 14 Juli 2016
Gambar
This is My homemade doodle art! Let's safe our earth. jagalah alam kita, jangan biarkan apa yang kita punya rusak karena ulah kita sendiri. biarkan anak cucu kita merasakan keindahan dunia ini.  This is me, Naila. Don't judge me please! I'm amateur.